"adisamitha.blogspot.com"

"adisamitha.blogspot.com"

Kamis, 24 November 2011

Metode Latihan Hafal dan Praktik

Kata latihan dapat dipergunakan dalam bermacam-macam maksud. Dalam pengajaran matematika ada dua macam latihan, yaitu "latihan hafal" dan "latihan praktik".

Latihan-hafal adalah kegiatan yang pada umumnya lisan yang hasilnya berkenaan dengan kemampuan seseorang dapat memberikan jawaban dengan cepat tentang fakta atau kegiatan (latihan) lisan terutama yang menekankan kepada fakta-fakta dasar dengan kecepatan tinggi. Hasil yang diperoleh dari latihan-hafal itu diperoleh melalui menghafal. Dalam berhitung bila siswa hafal fakta-fakta dasar yang banyaknya 390 buah itu, tidak boleh tidak ingatnya itu diperoleh melalui menghafal.

Latihan-praktik adalah latihan mengingat sejumlah langkah dalam suatu kegiatan untuk sampai kepada jawaban yang benar. Jawaban yang benar hasil dari latihan-praktik itu diperoleh melalui perbuatan bukan melalui hafalan. Hafal langkah-langkah pada perkalian cara panjang misalnya, diperoleh melalui perbuatan bukan melalui hafalan. Dengan latihan-praktik seseorang menjadi biasa dan hafal langkah-langkah yang harus dilakukan pada dilakukan pada perkalian cara panjang untuk mengarah kepada diperolehnya jawaban yang benar.

Latihan-Praktik pertama kali digunakan oleh sekolah-sekolah tua di Amerika sebagai cara untuk:
1. Memacu kemampuan dasar motorik
2. Memacu kebiasaan dan mental agar yang dipelajari siswa dapat lebih mengena atau berarti, tepat, dan berguna. Hal-hal tersebut di atas dapat berhasil apabila siswa juga mengerti konteks keseluruhan dari akibat drill and practice atau kegunaan bagi dirinya.

Latihan-Praktik sangat efektif karena dapat dikerjakan individu atau berkelompok, maupun kelompok besar dalam skala satu kelas. Secara umum teknik mengajar latihan ini biasanya digunakan untuk tujuan agar siswa:
a. Memiliki ketrampilan motoris/gerak; seperti menghafalkan kata-kata, menulis, mempergunakan alat/membuat suatu benda; melaksanakan gerak dalam olah raga;
b. Mengembangkan kecakapan intelek, seperti mengalikan, membagi, menjumlahkan, mengurangi, menarik akar dalam hitung mencongak.
c. Memiliki kemampuan menghubungkan antara sesuatu keadaan dengan hal lain, seperti hubungan sebab akibat banyak hujan – banjir; antara tanda huruf dan bunyi – ng – ny dan sebagainya; penggunaan lambang/simbol di dalam peta dan lain-lain.

Kelebihan metode pembelajaran Latihan-Praktik adalah:
1. Bahan yang diberikan secara teratur
2. Adanya pengawasan, bimbingan dan koreksi yang segera diberlkan oleh guru memungkinkan murid untuk segera melakukan perbaikan terhadap kesalahan-kesalahannya.
3. Pengetahuan atau keterampilan siap yang telah terbentuk sewaktu-waktu dapat dipergunakan dalam keperluan sehari-hari, baik untuk keperluan studi maupun untuk bekal hidup di masyarakat kelak.
4. Metode ini memungkinkan kesempatan untuk lebih memperdalam kemampuan secara spesifik.
5. Dapat menambah kesiapan siswa dan meningkatkan kemampuan respon yang cepat.
6. Berbagai macam strategi dapat menambah dan meningkatkan kemampuan

Kekurangannya adalah:
1. Dapat membentuk kebiasaan yang kaku. Respon yang terbentuk secara otomatis akan mempengaruhi tindakan yang bersifat irrasionil, rutine serta tidak menggunakan akal.
2. Menimbulkan adaptasi mekanis terhadap lingkungannya. Di dalam menghadapi masalah, siswa menyelesaikan secara statis.
3. Menimbulkan verbalisme. Respons terhadap stimulus yang telah terbentuk dengan latihan itu akan, berakibat kurang digunakannya rasio sehingga, inisiatif pun terhambat.
4. Latihan yang terlampau berat akan menimbulkan perasaan benci, baik kepada mata pelajaran maupun kepada gurunya.
5. Menimbulkan kebosanan dan kejengkelan. Akhirnya anak enggan berlatih dan malas atau mogok belajar.
6. Menghambat bakat dan inisiatif siswa., karena siswa lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan jauh dari pengertian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar